Ahli Sunnah Wal Jamaah Selalu Mendoakan Pemimpin Negara

OLEH: Abu Amru Radzi Othman

Satu perkara yang acapkali (sejak dahulu) kami minta ketika sujud atau tahiyat akhir adalah agar Tuhan Rabbul Izzati memberikan hidayah kepada keluarga, para sahabat, para guru, masyarakat dan pemimpin negara. Juga mengharapkan dosa-dosa kelompok yang disebutkan ini diampunkan Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.

Tidaklah kami ingin bercerita akan doa kami untuk sahabat-sahabat kami, pada guru-guru kami dan kepada seluruh rakyat Malaysia termasuk pemimpin negara. Namun ia sebagai penjelas betapa prinsip Mazhab Salaf itu adalah selalu mendoakan dan meminta keampunan bagi masyarakat Islam termasuk pemimpin mereka.

Tadi kami bermohon tatkala dahi menyentuh bumi: "Ya Allah, berilah hidayah - bimbingan - kepada pemimpin kami, Tun M".

Andai kita diberi satu doa yang mustajab, maka mohonlah hidayah buat penguasa kepada Allah Azza wa jalla.

Dari Abdush Shomad bin Yazid Al Baghdadi, dia berkata bahawa dia pernah mendengar Fudhail bin Iyadh berkata:

"Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpinku".

Ada yang bertanya pada Fudhail: "Kenapa begitu?" Dia menjawab: "Jika aku tujukan doa tersebut hanya pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik".

Dan antara waktu mustajab berdoa adalah di waktu petang Jumaat sebelum matahari gelincir - masuk waktu maghrib.

___________________________
Abu Amru Radzi Othman~
Lajnah Makalah Agama
_____________________________

Comments