Keras Dalam Dakwah??

OLEH: Ustaz Abu Sufian Bin Shafie

Saya mendengar seorang muallim yang mengajar di sebuah surau yang berkata; "Tok guru zaman dahulu terkenal dengan bengkeng (garang) semasa mengajar ilmu agama. Tu sebabnya orang dulu alim dalam agama. Orang sekarang kena marah sikit pun dah merajuk, tak mau pegi mengaji. Macam mana nak pandai"...

Wallahuaklam....saya teringat wasiat terakhir oleh Syeikh Muhammmad Nashirudin al Albani dalam buku Dakwah Salafiyah Dakwah Bijak (penulis Abu Abdirrahman al Thalibi);

"Sekali lagi saya menasihati saudara-saudara aku para penuntut ilmu agar menjauhi segala perangai yang tidak Islami seperti perasaan ujub terhadap diri sendiri. Sebagai penutup nasihat ini,hendaklah mereka menasihati manusia dengan cara yang terbaik,menghindar daripada pengunaan cara-cara kaku dan keras dalam berdakwah.

Ini kerana kami berkeyakinan bahawa Allah ketika berfirman; "Serulah kejalan Tuhanmu dengan hikmah kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, dan berbahaslah dengan mereka itu dengan cara yang lebih baik" (Surah al Nahl, ayat 125), bahawa Allah tidak mengatakan sesuatu kecuali ia terasa berat oleh jiwa manusia. Oleh itu manusia akan cenderung menyombongkan diri untuk menerimanya kecuali oleh mereka yang dikehendaki Allah.

Maka dari itu, jika dipandukan antara beratnya kebenaran pada jiwa manusia dengan cara dakwah yang kaku lagi keras,hasilnya akan menghasilkan manusia semakin jauh dari panggilan dakwah. Padahal kalian mengetahui sabda Nabi saw : " bahawa diantara kalian ada orang-orang yang membuat manusia lari (dari kebenaran)"........

Wallahuaklam, bagi saya mungkin dakwah seorang Muslim itu agak keras bahasanya, tajam kritikannya dan pedas kritikannya, namun lisannya haruslah terpilih,tidak memaki hamun dan tidak pula menghamburkan kata-kata berbentuk makian, sebagaimana yang selalu dilafazkan oleh para juhala'....


___________________________
Ustaz Abu Sufia Bin Shafie
_____________________________

Comments